Saturday, May 5, 2012

Salah didik kah kita?

Pernah ga siy kalian memikirkan kenapa orang indonesa ini begitu bobrok? *ga semua juga ya*

atau

Pernah ga siy kalian memikirkan kenapa orang western yang notabene ga punya agama bisa lebih beradab daripada kita yang punya agama?

The rason that come first to my mind is perhaps because of poverty and of course EDUCATION.

As I said before, it all because of our education. Perhaps part of culture made us like that. Remember that in east culture especially in our country, we have to live by caring and helping each other a.k.a "gotong royong" but when it comes to our life, the gotong royong is miss used. Why I say so?
Well, actually it is a very good way of living, caring and helping people. but sometime when we care to much, it tend to be like interfering other people businesses or at least it ignite gossips. Maybe yes, at the end they will help, but after they doing such a bad behaviour like that?? (it's a big no no for me). And Of course, not all of problem can be solved by other people. Actually we the one who doing it by ourself.

And Maybe.. cara didikan qita yang salah, sehingga setelah qta besar qta terbawa dengan keadaan itu. Contoh behaviour yg paling bobrok di manusia endonesa:


1. Orang indonesia itu suka menyalahkan orang lain *alias suka melimpahkan kesalahan*
Kenapa? Ingat ga, ato mungkin sampe sekarang masih sering kita lihat dan dengar.. Ketika seorang anak menangis karena jatuh, ato tersandung sesuatu misalnya meja, si ibu langsung berusaha mendiamkan si anak dengan menyalahkan sesuatu, si ibu langsung berkata " siapa nakal nak? ini meja yah yang nakal, kita pukul aja ya*sambil menupuk meja*". Tanpa disadari si ibu sudah mengajarkan untuk menyalahkan yang lain *dalam hal ini meja*, padahal dya jatuh karena tidak hati-hati. Akan lebih baik jika diganti dengan "kenapa nak, oh kesandung yah, itu karena adek ga liat kan?"
Bayangkan jika dari kecil saja kita sudah di ajarkan menyalahkan yang lain , bagaimana ketika kita dewasa? makanya banyak kasus di tv begitu, saling menyalahkan.

2. Orang indonesia itu suka bohong.
Tanpa disadari orang tua juga sering memberikan contoh untuk berbohong. Mereka tidak berkata dengan sejujurnya kepada anak (lagi-lagi untuk menghindari si anak supaya tidak nangis). Misal, ketika si ibu hendak pergi kerja dan si anak melihat, pasti ia langsung ingin ikut. dan tentu saja si ibu tidak mengizinkan. si ibu kemudian mengatakan "bentar yah nak, ibu pipis dulu" padahal dya pergi. ato mungkin "ibu pergi bentaaaaar ajah" padahal kenyataannya lama. Dari sanalah branjak kebiasaan berbohong karena selalu memberikan contoh kebohongan. Bukankan lebih baik qta berlaku jujur? buatlah si anak mengerti klo ibu akan berangkat kerja, bukan berbohong. Jika ia nangis, itu hal biasa, palingan sebentar juga diam setelah ibunya pergi (nangis mrupakan senjata andalan anak2)

3. Orang Indonesia penakut
Ketika si anak mulai aktif, mereka cenderung melakukan hal-hal yang sangat kita tidak sukai.Mereka menjadi agak lasak. Nah kadangkala, untuk mencegahnya, orang tua sering sekali mengatakan "eh, di ambil hantu nanti", "hayo, di ambel orang gila nanti". Hal-hal demikianlah yang sering melemahkan mental seorang anak. 
Mengapa westerner tidak pernah takut dengan hantu, atau bahkan kadang tidak percaya? Karena mereka tidak pernah di taku-takuti dengan sengaja. Mereka tumbuh tanpa rasa takut akan hal2 tersebut.

Masih banyak hal-hal lain yang mempengaruhi perkembangan seseorang yang pada akhirnya mempengaruhi bagaimana dya menghadapi hidup. Saya berharap kesalahan-kesalahan masa lalu tidak di ulang. 

ps: tidak men-generelized semua orang indonesia (contohnya saya) :D

0 comments:

Post a Comment