Friday, March 15, 2013

Bayi udah bisa melihat kah?

Kemaren di post sebelumnya pernah nyinggung masalah penglihatannya baby nadya.. Nah sekarang ada good info tuk masalah ini.. di simak yah...
Salah satu 'greatest moment' ketika bayi kita lahir ialah saat mereka pertama kali membuka mata dan melakukan 'kontak mata' dengan kita. Priceless ! Melihat mata bayi mungil yang berbinar-binar menimbulkan rasa yang tak tergantikan
Namun, apakah bayi sudah bisa melihat seperti kita? Apakah penglihatan mereka sudah sama seperti penglihatan kita?

Sistem penglihatan bayi yang baru lahir memerlukan waktu untuk berkembang. Tahukah bahwa pada minggu pertama kehidupannya, bayi hanya melihat bayangan ?? Pada saat lahir, bayi hanya mampu membedakan hitam-putih, bayangan kelabu. Saat itu bayi juga belum mampu berakomodasi.  
Jadi bila bayi terlihat belum bisa 'fokus', orang tua tidak perlu khawatirPenelitian menyebutkan, pada hari-hari pertama kelahirannya, bayi sangat suka melihat wajah ibunya. Jadi untuk meningkatkan interaksi visual antara bayi dengan ibu, disarankan untuk tidak mengubah gaya rambut/penampilan ibu.



Pada bulan pertama, bayi masih melihat bayangan secara samar dan belum terlalu sensitif terhadap sinar. Karena itu penting bagi ibu untuk mempertahankan penampilan secara konsisten, sehingga bayi bisa mengenali dan berinteraksi.

Dengan demikian, membiarkan lampu tidur menyala ketika bayi berada di dalam kamar, tidak akan mempengaruhi kualitas tidur bayi. Selain itu, penglihatan warna sudah berkembang. Terutama warna Merah, Kuning, Hijau. Tapi untuk warna Biru masih belum.

Tips: untuk stimulasi penglihatan pada bulan pertama ini, boleh memberikan rangsangan mainan dengan warna yang cerah dengan bentuk yang bervariasi

Pada bulan ke-2 dan ke-3 usianya, bayi mengalami perkembangan penglihatan yang cukup pesat karena kedua matanya mulai bergerak sinkron dan mulai sensitif terhadap sinar. Jadi ketika mereka tidur, orang tua bisa meredupkan lampu kamar.

Pada rentang usia ini, penglihatan bayi mulai berkembang lebih tajam dan mulai bisa mengikuti arah gerakan benda. Bayi juga sudah mulai bisa memindahkan fokus antara 1 benda ke benda lainnya tanpa menggerakkan kepalanya.

Tips : Untuk menstimulasi penglihatan bayi

  • §  Tambahkan benda baru di kamar mereka, dan seringlah mengubah lokasi boks bayi ke tempat lain di kamar.
  • §  Bicaralah kepada bayi ketika anda memasuki kamarnya
  • §  Biarkan lampu tidur menyala untuk memberi rangsangan visual ketika bayi bangun.

Memasuki bulan ke 4-6, perkembangan tajam penglihatan berkembang pesat. Gerakan mata bisa lebih cepat dan akurat mengikuti objek. Penglihatan warna sudah berkembang  hampir sesempurna orang dewasa. Koordinasi mata-tangan sudah terbentuk sehingga bisa meraih objek dengan tepat.



Contoh koordinasi mata-tangan ini adalah bisa mengambil botol susunya dan dengan tepat memasukkan ke mulutnya.

Usia 6 bulan adalah saat yang tepat untuk membawa bayi ke dokter ahli mata anak (pediatrik oftalmologis) untuk pemeriksaan mata pertama. Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap bola mata / retina, tajam penglihatan, dan alignment mata (juling atau tidak).

Bayi mulai mobile, merangkak, belajar jalan memasuki usia 7-12 bln. Penglihatannya makin berkembang dan makin pintar memperkirakan 'jarak', mengambil dan melempar benda.

Saat bayi mulai merangkak merupakan periode penting untuk melatih koordinasi mata-tangan dan skill motoriknya. Bermainlah dengannya di lantai.  Dengan merangkak di lantai, bayi mulai belajar untuk mengembangkan koordinasi antara mata dan gerakan tubuh keseluruhan.

Untuk menstimulasi koordinasi mata-tangan dan gerakan tubuh, ajaklah bayi untuk merangkak di lantai. Beri mainan favoritnya pada jarak tertentu dan minta si bayi merangkak untuk meraih mainan itu. Sediakan pula beberapa mainan agar baby bisa memilih.

Untuk alignment mata bayi, kadang sampai usia 5 bulan mata nampak belum sinkron (seperti juling). Hal ini masih normal. Namun apabila setelah usia 6 bulan, mata masih terlihat belum sinkron / juling, orangtua harus segera memeriksakan ke dokter mata anak.
Sumber: Tentang Anak

0 comments:

Post a Comment